Politik
Selasa, 24 September 2013 - 13:00:38 | ervan-bambang / Sorot Gunungkidul

Tekan Golput, Kesbangpol, KPU dan Panwaslu Gelar Sosialisasi
Tekan Golput, Kesbangpol, KPU dan Panwaslu Gelar SosialisasiTekan Golput, Kesbangpol, KPU dan Panwaslu Gelar SosialisasiSosialisai UU No 8 Tahun 2012 di Bangsal Sewokoprojo

Wonosari, (sorotgunungkidul.com)--Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul bekerjasama dengan KPU dan Panwaslu Gunungkidul menggelar sosialisasi UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (24/09/2013).

Kepala Kantor Kesbangpol Gunungkidul, Drs Wahyu Nugroho M.Si menyatakan tujuan digelarnya sosialisasi ini salah satunya adalah untuk memberi penjelasan tentang arti penting pemilu 2014 sekaligus menekan angka golput, “Untuk meningkatkan partisipasi pemilih inilah kita terus melakukan sosialisasi. Tak hanya disini, bahkan sudah ke sekolah-sekolah yang tersebar di 18 kecamatan se Gunungkidul. Harapannya agar pemilu 2014 bisa sukses dan partisipasi pemilih tinggi, alias angka golputnya kecil,” katanya.

H. Paimin Adji, SIP Anggota KPU Kabupaten Gunungkidul mengatakan, prospek perempuan untuk memilih dan terpilih pada pemilu 2014 sangatlah besar."Maka saya harapakan peran serta perempuan harus terus di tingkatkan," katanya.

Dia juga menjelaskan peran perempuan dalam berbagai sektor sangat tertinggal selain itu perempuan juga sering diposisikan sebagai orang kelas dua. Bahkan keterwakilan perempuan di bidang politik masih sangat kecil,"Maka dari itu mari kita dorong peran serta perempuan dari tingkat dusun sampai kecamatan untuk berpartisipasi sekaligus mengetahui pentingnya keterwakilan perempuan," ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut Paimin mengharapakan diskusi ini mampu menjadi semangat baru dalam mengoptimalkan peran perempuan dalam bidang politik. Karena mengingat pentingnya hal tersebut. "Maka dari itu saya mendorong keterwakilan perempuan di bidang politik yang lebih besar lagi," imbuhnya.

Rini Iswandari S.Pd Anggota Komisioner Panwaslu Kabupaten Gunungkidul mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan perempuan kurang berperan dalam pemilu yaitu, budaya patriarkhi membawa dampak keterpinggiran perempuan dalam bidang politik, selain itu pembatasan hak konsitusional WN untuk berserikat, berkumpul menyampaikan pendapat pada orde baru juga berdampak pada partisipasi perempuan di ranah publik. "Banyak hal mempengaruhi kurangnya partisipasi perempuan dalam publik," katanya.

Dia menambahkan tujuan pendidikan pemilih bagi perempuan yaitu meningkatkan kesadaran tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Selain itu juga sebagai bentuk pemahaman demokrasi perwakilan perempuan itu sangatlah penting," jadi saya harapkan kepada perempuan untuk lebih peduli lagi dengan pentingnya partisipasi perempuan," ucapnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS
dava3.jpgwirawisata.gifseminar_umroh2.jpg